Sambal Tulang
Sambal tulang adalah salah satu jenis sambal tradisional yang berasal dari Minangkabau, kini menjadi semakin jarang dan hampir punah. Bahan utama sambal ini adalah tulang rawan kerbau, khususnya bagian putih yang biasanya diperoleh dari potongan sisa di pasar dan dijual secara terpisah. Dahulu, bahan ini relatif mudah didapatkan, tetapi kini semakin sulit mengingat menurunnya penggunaan kerbau dalam kehidupan sehari-hari.
Sambal tulang dimasak dengan merebus tulang rawan kerbau dalam waktu yang lama sampai lunak dan kaldu yang dihasilkan menjadi pekat. Selanjutnya, cabai, bawang merah, bawang putih, serta jahe atau lengkuas ddigiling kasar dan dimasak hingga mengeluarkan aroma sedap. Tulang rawan beserta sebagian kaldu yang telah dibuat kemudian dicampurkan dengan bahan halus tersebut dan dimasak kembali dengan api kecil sampai semua tercampur rata dan teksturnya mengental. Proses memasak yang cukup panjang ini menciptakan aroma daging yang sangat kuat dan memberikan cita rasa gurih yang menjadi ciri khas sambal tulang.
Saat ini, hanya tersisa sekitar dua hingga tiga keluarga pengrajin sambal tulang yang masih melestarikan ilmu dan teknik pembuatannya. Keterbatasan bahan, proses pembuatan yang memerlukan waktu lama, dan kurangnya regenerasi menjadikan sambal tulang tidak hanya unik, tetapi juga sebagai salah satu warisan kuliner Minangkabau yang paling eksklusif dan rentan punah. [1]
Penulis Artikel
Sumber:
- ↑ Mei Batubara dalam acara Kenduri Budaya
