Gayam: Difference between revisions

From Akal Lokal
No edit summary
No edit summary
 
Line 1: Line 1:
[[File:Pohon Gayam.jpg|thumb|336x336px|Pohon Gayam, Foto: Sumartini]]
[[File:Pohon Gayam.jpg|thumb|336x336px|Pohon Gayam. (Foto: Sumartini/TM)]]
'''Gayam''' (''Inocarpus fagifer'') adalah sejenis pohon anggota suku polong-polongan (''Fabaceae'') yang dapat tumbuh mencapai 20 sampai 30 meter dengan diameter 4 hingga 6 meter.   
'''Gayam''' (''Inocarpus fagifer'') adalah sejenis pohon anggota suku polong-polongan (''Fabaceae'') yang dapat tumbuh mencapai 20 sampai 30 meter dengan diameter 4 hingga 6 meter.   


Pohon ini pada umumnya ditanam di pedesaan sebagai peneduh pekarangan dan kuburan. Pohon ini sering kali tumbuh berdekatan dengan kolam atau mata air sehingga diduga memiliki kemampuan menyerap air yang kuat dari sekitarnya. Karena anggapan itu, gayam juga merupakan salah satu tumbuhan yang dipakai untuk penghijauan.  
Pohon ini pada umumnya ditanam di pedesaan sebagai peneduh pekarangan dan kuburan. Pohon ini sering kali tumbuh berdekatan dengan kolam atau mata air sehingga diduga memiliki kemampuan menyerap air yang kuat dari sekitarnya. Karena anggapan itu, gayam juga merupakan salah satu tumbuhan yang dipakai untuk penghijauan.  
[[File:Buah Gayam.jpg|thumb|337x337px|Buah Gayam, Foto: Sumartini]]
[[File:Buah Gayam.jpg|thumb|337x337px|Buah Gayam. (Foto: Sumartini/TM)]]


== Gayam dalam Filosofi Jawa ==
== Gayam dalam Filosofi Jawa ==

Latest revision as of 08:12, 2 March 2026

Pohon Gayam. (Foto: Sumartini/TM)

Gayam (Inocarpus fagifer) adalah sejenis pohon anggota suku polong-polongan (Fabaceae) yang dapat tumbuh mencapai 20 sampai 30 meter dengan diameter 4 hingga 6 meter.

Pohon ini pada umumnya ditanam di pedesaan sebagai peneduh pekarangan dan kuburan. Pohon ini sering kali tumbuh berdekatan dengan kolam atau mata air sehingga diduga memiliki kemampuan menyerap air yang kuat dari sekitarnya. Karena anggapan itu, gayam juga merupakan salah satu tumbuhan yang dipakai untuk penghijauan.

Buah Gayam. (Foto: Sumartini/TM)

Gayam dalam Filosofi Jawa

Masyarakat Jawa mengenal filosofi Gayam sebagai Gayuh lan Ayem atau mencapai ketenangan.

Seperti yang sudah ditulis dalam serat Riptaloka, pohon ini dulunya hanya tumbuh mengelilingi wilayah keraton, tetapi lambat laun menyebar ke banyak wilayah di pulau Jawa.

Buah Gayam memiliki tekstur seperti Jengkol. Masyarakat biasanya memanfaatkannya untuk pembuatan keripik atau makanan khas lainnya.[1]

Penulis Artikel

✍️ Ditulis oleh: Bobamilk, Lia de Ornay

Sumber:

  1. Sumartini/TM dalam kegiatan TM Share Podcast di wilayah Kulonprogo