Miwiti: Difference between revisions
Arya Raditya (talk | contribs) m (Latar Belakang, Proses Pelaksanaan, Jenis Miwiti) |
Lia de Ornay (talk | contribs) No edit summary |
||
| Line 1: | Line 1: | ||
Secara Geografis Kabupaten Temanggung terletak di kawasan perbukitan dan pegunungan sehingga | Secara Geografis Kabupaten Temanggung terletak di kawasan perbukitan dan pegunungan sehingga mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani lahan tegalan. Dalam siklus pertaniannya, masyarakat secara turun temurun melestarikan ritual '''Miwiti''' sebagai tanda dimulainya masa produksi atau bercocok tanam. | ||
'''Proses Ritual Miwiti''' dilakukan sebelum memulai berbagai tahapan bertani, mulai dari membersihkan lahan (''babat''), mencangkul (''macul''), menebar benih (''Ngurit''), menanam (''nandur''), hingga masa panen (''Ngunduh''). | |||
Selain itu sarana upacara atau ''uba rampe'' yang beragam, seperti jajanan pasar, aneka bubur, jenang, bucu (tumpeng kecil), ingkung ayam, hingga gunungan hasil bumi. <ref name=":0">Palupi, N. N. (2025). ''Hulu di Rawat Hilir di Rumat Kekayaan Alam DAS Bordri.'' Jakarta Selatan: ALINEA.</ref> | |||
* '''Miwiti Kopi''' adalah ritual khusus untuk tanaman kopi, dilaksanakan secara sederhana dengan kenduri bubur candil. | Secara umum Miwiti dibagi menjadi 4 jenis komoditas: <ref name=":0" /> | ||
<references | |||
* '''''Miwiti Pari''''' adalah ritual khusus untuk tanaman padi. Ciri khas Miwiti Pari terlihat melalui persiapan ubo rampe yang terdiri dari gulingan seperti bayi, rasulan (klepon dan serabi) serta jajanan pasar. | |||
* '''''Miwiti Jagung''''' adalah ritual khusus untuk tanaman jagung, dilakukan dengan membuat bubur merah, bubur putih, jenang, nasi gegunung dengan urap nangka muda dan mengundang tetangga sekitar untuk doa, berbincang dan makan bersama serta turut serta membatu memanen jagung. | |||
* '''''Miwiti Mbako''''' adalah ritual khusus untuk tanaman tembakau dengan sarana upcara berupa rasulan, ingkung, bucu dan jajan pasar. | |||
* '''''Miwiti Kopi''''' adalah ritual khusus untuk tanaman kopi, dilaksanakan secara sederhana dengan kenduri bubur candil. | |||
{{Penulis}} | |||
== Sumber: == | |||
<references /> | |||
[[Category:DAS Bodri]] | |||
[[Category:Kearifan Lokal]] | |||
[[Category:Pertanian]] | |||
Latest revision as of 07:18, 27 February 2026
Secara Geografis Kabupaten Temanggung terletak di kawasan perbukitan dan pegunungan sehingga mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani lahan tegalan. Dalam siklus pertaniannya, masyarakat secara turun temurun melestarikan ritual Miwiti sebagai tanda dimulainya masa produksi atau bercocok tanam.
Proses Ritual Miwiti dilakukan sebelum memulai berbagai tahapan bertani, mulai dari membersihkan lahan (babat), mencangkul (macul), menebar benih (Ngurit), menanam (nandur), hingga masa panen (Ngunduh).
Selain itu sarana upacara atau uba rampe yang beragam, seperti jajanan pasar, aneka bubur, jenang, bucu (tumpeng kecil), ingkung ayam, hingga gunungan hasil bumi. [1]
Secara umum Miwiti dibagi menjadi 4 jenis komoditas: [1]
- Miwiti Pari adalah ritual khusus untuk tanaman padi. Ciri khas Miwiti Pari terlihat melalui persiapan ubo rampe yang terdiri dari gulingan seperti bayi, rasulan (klepon dan serabi) serta jajanan pasar.
- Miwiti Jagung adalah ritual khusus untuk tanaman jagung, dilakukan dengan membuat bubur merah, bubur putih, jenang, nasi gegunung dengan urap nangka muda dan mengundang tetangga sekitar untuk doa, berbincang dan makan bersama serta turut serta membatu memanen jagung.
- Miwiti Mbako adalah ritual khusus untuk tanaman tembakau dengan sarana upcara berupa rasulan, ingkung, bucu dan jajan pasar.
- Miwiti Kopi adalah ritual khusus untuk tanaman kopi, dilaksanakan secara sederhana dengan kenduri bubur candil.
