Koro Pedang Merah: Difference between revisions

From Akal Lokal
(Created page with "thumb|371x371px|Koro Pedang Merah, Foto: Sumartini '''Koro pedang''' (''Canavalia ensiformis''), atau di luar negeri dikenal juga sebagai jack bean, adalah jenis kacang koro yang paling dikenal oleh masyarakat umum. Biji koro pedang mudah dikenali dari selimut kulit biji yang sangat tebal dan kulit biji tersebut menempel kuat yang sangat berbeda dengan kulit ari tipis pada kedelai. Panjang polongnya berkisar antara 30 hingga 40 cm. Karena s...")
 
No edit summary
 
Line 1: Line 1:
[[File:Koro pedang merah.jpg|thumb|371x371px|Koro Pedang Merah, Foto: Sumartini]]
[[File:Koro pedang merah.jpg|thumb|371x371px|Koro Pedang Merah. (Foto: Sumartini/TM)]]
'''Koro pedang''' (''Canavalia ensiformis''), atau di luar negeri dikenal juga sebagai jack bean, adalah jenis kacang koro yang paling dikenal oleh masyarakat umum. Biji koro pedang mudah dikenali dari selimut kulit biji yang sangat tebal dan kulit biji tersebut menempel kuat yang sangat berbeda dengan kulit ari tipis pada kedelai. Panjang polongnya berkisar antara 30 hingga 40 cm. Karena sifat dan kandungan nutrisinya yang mirip, koro pedang sedang digalakkan sebagai pengganti kedelai.
'''Koro Pedang''' (''Canavalia ensiformis'') atau di luar negeri dikenal juga sebagai ''Jack Bean'' ini adalah jenis kacang koro yang paling dikenal oleh masyarakat umum.


Koro pedang mudah tumbuh di dataran rendah, tetapi juga bisa di dataran tinggi dengan rentang waktu panen lebih lama. Pada dasarnya koro pedang bisa tumbuh hampir di mana saja tanpa perlu banyak perawatan. Waktu penanaman yang dianggap paling tepat adalah setelah musim hujan. Setiap ton bisa menghasilkan hingga 4 ton koro pedang. Karena dengan berat yang sama bisa menghasilkan volume tempe lebih banyak, kacang ini dianggap lebih menguntungkan. Selain produktif, tanaman ini juga menghasilkan pupuk hijau sehingga sering ditumpangsarikan dengan tanaman lain.  
Biji Koro Pedang mudah dikenali dari selimut kulit biji yang sangat tebal dan kulit biji tersebut menempel kuat. Ini sangat berbeda dengan kulit ari tipis pada Kacang Kedelai. Panjang polongnya berkisar antara 30 hingga 40 cm. Karena sifat dan kandungan nutrisinya yang mirip dengan Kacang Kedelai, Koro Pedang sedang dijadikan sebagai pengganti Kacang Kedelai.  


<ref>Sumartini dalam perjalanan pengambilan podcast di Kulonprogo</ref>
Koro Pedang mudah tumbuh di dataran rendah, tetapi juga bisa di dataran tinggi dengan rentang waktu panen lebih lama. Pada dasarnya, Koro Pedang bisa tumbuh hampir di mana saja tanpa perlu banyak perawatan. 
 
Waktu penanaman yang dianggap paling tepat adalah setelah musim hujan. Setiap ton bibit yang ditanam bisa menghasilkan hingga 4 ton Koro Pedang. 
 
Karena dengan berat yang sama bisa menghasilkan volume tempe lebih banyak, kacang ini dianggap lebih menguntungkan. Selain produktif, tanaman ini juga menghasilkan pupuk hijau sehingga sering ditumpangsarikan dengan tanaman lain.<ref>Sumartini/TM dalam kegiatan TM Share Podcast di wilayah Kulonprogo</ref>  
 
{{Penulis}}
 
== Sumber: ==
<references />
[[Category:Tanaman Lokal]]
[[Category:Makanan lokal]]
[[Category:Kulonprogo]]

Latest revision as of 08:48, 2 March 2026

Koro Pedang Merah. (Foto: Sumartini/TM)

Koro Pedang (Canavalia ensiformis) atau di luar negeri dikenal juga sebagai Jack Bean ini adalah jenis kacang koro yang paling dikenal oleh masyarakat umum.

Biji Koro Pedang mudah dikenali dari selimut kulit biji yang sangat tebal dan kulit biji tersebut menempel kuat. Ini sangat berbeda dengan kulit ari tipis pada Kacang Kedelai. Panjang polongnya berkisar antara 30 hingga 40 cm. Karena sifat dan kandungan nutrisinya yang mirip dengan Kacang Kedelai, Koro Pedang sedang dijadikan sebagai pengganti Kacang Kedelai.

Koro Pedang mudah tumbuh di dataran rendah, tetapi juga bisa di dataran tinggi dengan rentang waktu panen lebih lama. Pada dasarnya, Koro Pedang bisa tumbuh hampir di mana saja tanpa perlu banyak perawatan.

Waktu penanaman yang dianggap paling tepat adalah setelah musim hujan. Setiap ton bibit yang ditanam bisa menghasilkan hingga 4 ton Koro Pedang.

Karena dengan berat yang sama bisa menghasilkan volume tempe lebih banyak, kacang ini dianggap lebih menguntungkan. Selain produktif, tanaman ini juga menghasilkan pupuk hijau sehingga sering ditumpangsarikan dengan tanaman lain.[1]

Penulis Artikel

✍️ Ditulis oleh: Bobamilk, Lia de Ornay

Sumber:

  1. Sumartini/TM dalam kegiatan TM Share Podcast di wilayah Kulonprogo