Gayam

From Akal Lokal
Revision as of 03:59, 24 February 2026 by Bobamilk (talk | contribs) (Created page with "thumb|336x336px|Pohon Gayam, Foto: Sumartini '''Gayam''' (''Inocarpus fagifer'') adalah sejenis pohon anggota suku polong-polongan (''Fabaceae'') yang dapat tumbuh setinggi 20 sampai 30 meter dengan diameter 4 hingga 6 meter. Pohon ini pada umumnya ditanam di pedesaan sebagai peneduh pekarangan dan kuburan. Pohon ini sering kali tumbuh berdekatan dengan kolam atau mata air sehingga diduga memiliki kemampuan menyerap air yang kuat dari sekitarnya....")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Pohon Gayam, Foto: Sumartini

Gayam (Inocarpus fagifer) adalah sejenis pohon anggota suku polong-polongan (Fabaceae) yang dapat tumbuh setinggi 20 sampai 30 meter dengan diameter 4 hingga 6 meter. Pohon ini pada umumnya ditanam di pedesaan sebagai peneduh pekarangan dan kuburan. Pohon ini sering kali tumbuh berdekatan dengan kolam atau mata air sehingga diduga memiliki kemampuan menyerap air yang kuat dari sekitarnya. Karena anggapan itu, gayam juga merupakan salah satu tumbuhan penghijauan.

Buah Gayam, Foto: Sumartini

Masyarakat Jawa mengenal filosofi Gayam sebagai Gayuh lan Ayem atau mencapai ketenangan. Seperti yang sudah ditulis dalam serat Riptaloka, pohon Ini dulunya hanya tumbuh mengelilingi wilayah keraton, tetapi lambat laun menyebar ke banyak wilayah di pulau Jawa. Buah Gayam memiliki tekstur seperti Jengkol. Masyarakat biasanya memanfaatkannya untuk pembuatan keripik atau makanan khas lainnya.

[1]

  1. Sumartini dalam perjalanan pengambilan podcast di Kulonprogo