Kebihu: Difference between revisions
(Created page with "'''''Kebihu''''' adalah ritual adat taji ayam yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Sabu Raijua, khususnya di Kampung Adat Dara Rae, Leo Kabi. Sejak dahulu, ''Kebihu'' dimaknai sebagai jalan perdamaian antar suku, lahir dari masa ketika konflik menjadi bagian dari dinamika sosial masyarakat. Melalui pertemuan dua pihak dan pelaksanaan taji ayam secara adat, ketegangan dilepaskan dan harmoni sosial dipulihkan. Namun seiring berjalannya waktu, makna sakral ''Kebihu'...") |
No edit summary |
||
| Line 1: | Line 1: | ||
'''''Kebihu''''' adalah ritual adat taji ayam yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Sabu Raijua, khususnya di Kampung Adat Dara Rae, Leo Kabi. Sejak dahulu, ''Kebihu'' dimaknai sebagai jalan perdamaian antar suku, lahir dari masa ketika konflik menjadi bagian dari dinamika sosial masyarakat. Melalui pertemuan dua pihak dan pelaksanaan taji ayam secara adat, ketegangan dilepaskan dan harmoni sosial dipulihkan. Namun seiring berjalannya waktu, makna sakral ''Kebihu'' mengalami pergeseran. Taji ayam kini kerap dipraktikkan sebagai bentuk perjudian, sebuah praktik yang tidak sejalan dengan nilai ritual adat dan tidak diakui oleh para pemangku adat di Sabu Raijua.<ref>TM untuk Knowledge Management GEF SGP fase 7 / Amelia Rina Nogo de Ornay</ref> | '''''Kebihu''''' adalah ritual adat taji ayam yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Sabu Raijua, khususnya di Kampung Adat Dara Rae, Leo Kabi. Sejak dahulu, ''Kebihu'' dimaknai sebagai jalan perdamaian antar suku, lahir dari masa ketika konflik menjadi bagian dari dinamika sosial masyarakat. Melalui pertemuan dua pihak dan pelaksanaan taji ayam secara adat, ketegangan dilepaskan dan harmoni sosial dipulihkan. Namun seiring berjalannya waktu, makna sakral ''Kebihu'' mengalami pergeseran. Taji ayam kini kerap dipraktikkan sebagai bentuk perjudian, sebuah praktik yang tidak sejalan dengan nilai ritual adat dan tidak diakui oleh para pemangku adat di Sabu Raijua.<ref>TM untuk Knowledge Management GEF SGP fase 7 / Amelia Rina Nogo de Ornay</ref> | ||
[[File:Kebihu.jpg|thumb| | [[File:Kebihu.jpg|thumb|Kebihu. (Foto: Lia de Ornay / TM)]] | ||
{{Penulis}} | {{Penulis}} | ||
==== Sumber: ==== | ==== Sumber: ==== | ||
[[Category:Sabu Raijua]] | [[Category:Sabu Raijua]] | ||
Latest revision as of 08:54, 9 January 2026
Kebihu adalah ritual adat taji ayam yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Sabu Raijua, khususnya di Kampung Adat Dara Rae, Leo Kabi. Sejak dahulu, Kebihu dimaknai sebagai jalan perdamaian antar suku, lahir dari masa ketika konflik menjadi bagian dari dinamika sosial masyarakat. Melalui pertemuan dua pihak dan pelaksanaan taji ayam secara adat, ketegangan dilepaskan dan harmoni sosial dipulihkan. Namun seiring berjalannya waktu, makna sakral Kebihu mengalami pergeseran. Taji ayam kini kerap dipraktikkan sebagai bentuk perjudian, sebuah praktik yang tidak sejalan dengan nilai ritual adat dan tidak diakui oleh para pemangku adat di Sabu Raijua.[1]
Penulis Artikel
Sumber:
- ↑ TM untuk Knowledge Management GEF SGP fase 7 / Amelia Rina Nogo de Ornay
