Sambal Andaliman
Sambal andaliman berasal dari Sumatra Utara dan menjadi salah satu penanda kuat dalam tradisi kuliner Batak. Cita rasanya yang khas bersumber dari andaliman, rempah lokal yang kerap dijuluki sebagai Sichuan pepper-nya Indonesia. Julukan ini muncul karena andaliman menghadirkan sensasi getir dan sedikit kebas di lidah, sebuah pengalaman rasa yang jarang ditemukan pada sambal lainnya.
Keistimewaan andaliman juga terletak pada tempat tumbuhnya. Rempah ini tidak dapat dibudidayakan di sembarang wilayah dan hanya tumbuh di dataran tinggi Sumatra Utara dengan kondisi alam tertentu. Proses pengolahannya pun tergolong rumit. Biji andaliman berukuran kecil dan harus dikupas satu per satu secara manual, menjadikannya bernilai tinggi dan relatif mahal, bahkan harganya dapat mencapai sekitar Rp400.000 per kilogram. [1]
Dalam penyajiannya, sambal andaliman disajikan sebagai pendamping ikan bakar, daging panggang, atau hidangan khas Batak seperti arsik. Lebih dari sekadar pelengkap, sambal ini berperan sebagai pembentuk karakter rasa dalam masakan Batak. Aroma jeruk yang kuat berpadu dengan rasa getir yang unik, menciptakan sensasi pedas segar yang tajam dan berlapis.
Sumber:
- ↑ Mei Batubara dalam acara Kenduri Budaya
